Skip to main content

Posts

belum menemukan jawaban

di suatu tempat yang tak bertuan nalarnya tak sampai menebak-nebak kemungkinan apa yang asing ini akan menjadikannya tinggal bagaimana jika ia salah perihal menabak? selalu begitu kalah dari pikirannya sendiri ingin menjadi yang terlama yang terutama yang membuat suka melalui duka tak ingin menjadi alih-alih sepi hanya menemani yang singkat ini yang pergi tak kembali kemudian menangisi selalu begitu selayaknya ada untuk dipahami dikasihi disayangi dimengerti oleh keinginan yang manusiawi namun kembali lagi pada ini tempat tak bertuan yang masih enggan memberi arah untuk kesana-kemari dibuatnya bingung oleh kebisuan itu tersendiri tak ada ucap tak ada suara tak ada bicara tak ada kata dibiarkan bungkam oleh tempat tak bertuan tuannya masih enggan enggan untuk melakukan keempat ketiadaan harus apa harus bagaimana harus seperti apa terombang-ambing oleh kebingungan yang tak berarah yang seharusnya ada jawabnya.

hembusan angin tak berarah

sejak dua bulan yang lalu tiba-tiba saja kamu menghampiri ku tadinya ku pikir hanya ilusi yang dibuat oleh ku nyatanya tidak itu sungguh sempat terbesit akan tahu akhirnya seperti apa ingin seperti apa bagaimana akhirnya ah tak apa manusia hanya bisa berencana aku manusia maka aku boleh berencana dua bulan berlalu bertemu di dunia semu hanya saling kabar agar sama sama tahu tadinya aku ingin melawan semesta untuk membuat rencana kecil perihal temu semesta mengijinkan entah kamu dua bulan berlalu aku jadi tahu apa kebiasaan mu lagu kesukaan mu penyanyi kesukaan mu genre film kekesukaan mu makanan kesukaan mu jam tidur mu banyak yang kau ceritakan pada ku aku senang mendengar cerita mu tapi waktu berjalan ada yang berbeda entah hanya aku yang merasakannya atau hanya kamu juga kita semakin memberi batas untuk saling mengirim kabar tak seperti biasanya jujur aku bertanya-tanya aku tak suka menebak-nebak aku tak suka penggantungan ada apa? apa yang...

semoga, ya, amin

hati-hati dengan isi kepala sendiri, kadang bisa meracuni. namun, yang lebih aku takuti, saat ekspektasiku dipatahkan oleh realita. pernah kau berpikir sesuatu baik akan terjadi? namun, karena terlalu lama dihadapkan oleh hal-hal yang maya, saat dihadapkan oleh hal yang nyata, kamu seolah tak percaya itulah aku saat ini bingung berlarian tanpa arah berteriak kepada siapa menangis karena apa entah aku harus apa haruskah aku bahagia? haruskah aku percaya? bagaimana kalau ini hanya gurauan semata? bagaimana kalau ini hanya sementara? aku bahagia, namun tidak menyangka, karena yang aku takutkan, menjadi maya menjadi tempat yang bukan satu-satunya isi kepala kurancu memikirkan ini disetiap malam hingga pukul satu selalu ku putar lagu kesukaan ku yang mewakili ku Rumpang milik Nadin Amizah selalu sukses membuat kuterpaku akan lirik terakhir dari lagu tersebut 'katanya mimpi ku akan terwujud, mereka berbohong, mimpi ku tetap semu.' teringat, dihadapkan lagi ...

Cerpen Bagian 1 : Desas Desus

— Untuk gadis yang sedang larut men dengarkan Membasuh milik Hindia, semoga di 2020 nanti, pemuda mu bisa menjadi milik mu, dan kebahagiaan selalu menyertai mu. Mari beramin paling serius. Tangerang, 15 Desember 2019 ____________________________________________ [baca cerita sampai selesai, maka kalian akan menemukan jawabannya.] Siapa yang tak kenal dengan Enggar Putra? Pemuda yang dikenal aktif dan di idam-idamkan wanita. Pemuda yang mempunyai public speaking  bagus, jago main futsal, dan pintar berbahasa Inggris itu, sudah terkenal dikalangan kampus, Fakultas Ilmu Budaya, terkhusus jurusannya, Sastra Indonesia, angkatan tahun 2018. Pemuda yang aktif di beberapa organisasi, juga membuatnya sukses semakin dikenal. Pemuda itu menjadi sorotan sejak menjuarai King of Maba 2018—yang berpasangan dengan— Kayla Maharani yang menjuarai Queen of Maba, si selebgram cantik yang setiap hari di Instagramnya yang bernama @kaylamaharani_ selalu dihujani oleh endorsemen...

Cerpen Bagian 2 : Perkenalan

Memasuki semester dua ini sama saja. Hanya teman-teman yang silih berganti, semenjak diwajibkan mengisi KRS (Kartu Rencana Studi) dengan mata kuliah yang ditentukan sendiri. Papaw banyak mengambil mata kuliah kesusasastraan, selain ia suka menulis, ia juga penyuka banyak karya sastra yang berasal dari dalam maupun luar negri. Ternyata, mata kuliah yang diambil berbeda dengan mata kuliah yang diambil Bilba, sehingga membuat keduanya tidak sekelas lagi. Begitulah sistem perkualiahan, berbeda dengan sekolah, yang mana kita dikumpulkan di satu kelas dan disetiap pernaikan kelas pastinya akan ditempatkan di kelas dengan teman-teman yang sama, sebagaimana kata-kata, 'masuk bersama, lulus pun bersama.' Berbeda dengan kuliah, dimana prinsip yang di pegang adalah siapa cepat, dia dapat. Siapa cepat, dia lulus duluan. Dengan tiap pergantian mata kuliah, disitu pula bertemu dengan orang yang berbeda. Di semester dua ini, Papaw lebih banyak mengambil mata kuliah sastra, lain dengan...

Cerpen Bagian 3 : Asumsi dan Stereotip

Hari-hari berjalan seperti biasa. Papaw dengan kegiatannya; ke kampus dengan mengendarai motor yang harus menempuh perjalanan hampir 1 jam. Karena jarak rumahnya ke UI hampir memakan waktu cukup lama, walau masih satu wilayah di Depok juga. Main ke kos Bilba kalau bete, kadang main sama Andita, beberapa kali mulai tegur sapa sama Evi. Tapi, asli, Evi anaknya pendiam banget, hal ini kadang membuat Papaw bingung untuk menyapa orang pendiam. Soal Enggar masih berlanjut, jabatannya sebagai King of Maba masih tetap menempel di dirinya. Apalagi kegiatan rutinnya untuk ngechat Papaw. Papaw balas seperti biasa, kalau sudah tidak ada topik Papaw lebih memilih mematikan datanya. Tapi, pernah sekali Enggar menelpon Papaw pukul setengah dua belas malam, Papaw mengangkatnya, tapi Enggar bilang tidak jadi. Papaw ke-gap chattingan dengan Enggar oleh Bilba. Membuat gadis itu jadi bertanya heboh di tempat mereka menikmati boba. Tapi, seperti yang kita ketahui, Papaw si cuek bebek, hanya menanggapi ...

Akhir Sebuah Cerita

Ada yang tadi malam pikirannya resah Dihantui tentang ke abu-abuan seseorang yang tak berarah Ada yang tadi malam pikirannya gelisah Berharap pada semesta akan berbaik hati padanya Oleh tuannya yang tak kunjung memberi tanda Perihal rasa yang nyata atau hanya kesemuan belaka Ada yang tadi malam terisak-isak hingga sesak Sebab tuan yang menjadikannya mimpi buruk Kini sepi yang menemani Menyesali tentang rasa yang pernah terjadi yang harusnya tak pernah terjadi Dunia tak adil, katanya Menjadi gadis yang tak pernah beruntung perihal kisah cinta Kesedihan seakan berpihak padanya Siklus jatuh cinta yang menurutnya sama saja yang selalu berakhir dengan luka Tetapi, tetap ia ulangi.