Skip to main content

Posts

19

gadis kecil yang saat itu dipusingkan pertanyaan-pertanyaan di kepala kini ia sudah tumbuh dewasa  pandangannya perihal cinta sudah berbeda katanya cinta itu seram dan jahat menaruh cinta kepada yang bukan si pemiliknya membuat ia terjebak sendiri  mencari-cari merasa tak aman merasa takut akan kepergian hari-harinya dipenuhi ketakutan tak berarah berharap terus menetap tanpa ia tahu isi hati pemudanya banyak pertanyaan di kepala yang sering ia pertanyakan akhirnya menyebabkan patah hati yang hebat hari-hari seperti tak minat kosong  hampa bosan monoton kepercayaannya kepada kaum adam dan cinta seperti hilang keadaan memaksanya berdamai terhadap dirinya sendiri  hari ke hari dihabiskan untuk mengenali dirinya sendiri  satu persatu mencari dirinya siapa  waktu ke waktu memahami dirinya bagaimana minggu ke minggu menyadari bahwa ada kehilangan yang membuat ia menemukan dirinya sejak saat itu ia belajar banyak hal  tentang teori orang-orang yang datang da...

teka-tekimu

setelah pendemi berlalu kita akan bertemu ucap mu setelah aku berhasil menjawab teka-teki mu pandemi masih berlangsung  aku jadi bingung  ia belum berlalu tapi kamu yang lebih dahulu kini memasuki normal baru  setidaknya aktivitas mulai dimulai satu persatu  bagaimana dengan hadiah ku? yang akan kau berikan setidaknya saat aktvitas mulau kembali baru apa kau melupakan itu? seolah tak pernah mengucapkannya atau setelah pandemik berakhir pun kamu tetap tak kan mengingatnya hei, aku menginginkan itu pertemuan antara kau dan aku

doa satu hari baik

perihalmu tertulis disini  tentang apa-apa yang tak mampu ia lontari ia telah berdoa pada tuhan tentang hari-harinya tentang apa-apanya  namamu turut serta diajukannya  doa-doa baik diucapnya  kau dan hari-harimu yang baik-baik saja adalah bagian dari doanya yang diaminkan tuhan yang paling diingat  adalah doanya untuk satu hari baik nanti ketika bumi sudah sembuh dan membaik nanti ketika suasana sudah seperti sedia kala dan bersitabik  ia habiskan satu harinya bersamamu melakukan hal-hal yang seru jalan-jalan kemanapun di sabtu  makan di resto saat pukul satu  menonton film kesukaanmu dan memilih duduk dikursi nomor dua puluh dan dua puluh satu menikmati senja hingga tak ingat waktu entah nanti satu hari baik adalah perayaan selamat datang  entah nanti satu hari baik adalah perayaan selamat tinggal  selanjutnya memasrahkan tabiat tuhan tentang yang terjadi antara ia dan kau

apa-apamu

tuan menyebalkan  kehadiranmu adalah harapan  mengubah sedu sedan menjadi kesenangan  mengubah sendu menjadi kebahagiaan  untuk gadis kecil yang mimpinya terabaikan harapnya begitu sentuhan jemari membuatnya layu bak putri malu yang tak yakin apa yang ia tuju tuan menyebalkan  harapnya besar padamu yakinnya benar padamu kiranya kau tak seperti yang lalu seluruh hatinya untukmu tuan menyebalkan yang sangat menyebalkan  satu hal yang ia mau  beritahu saja apa-apamu jikalau niat pergimu lebih dahulu  beri tahu ia atas keinginanmu jikalau niat menetapmu lebih dahulu  beri tahu ia atas keinginanmu jangan menjadi sesuatu yang haru dan abu tuan menyebalkan  jika kau membaca ini percayalah  ia menulisnya untukmu

asing

Yang di hadapan seolah berjarak Masing-masing mereka tertunduk Terfokus oleh benda kecil serbaguna bernama ponsel Kopi yang dipesan mendingin Menyisakan sepotong kue yang masih enggan dilahap Pemiliknya melupakan itu Tidak obrolan ringan yang terselip Hanya ada obrolan semu yang hanya dapat disaksikan oleh masing-masing pengirimnya Riuh tawa dari meja depan menyadarkan Yang di hadapan terdiam saling pandang, kemudian tersadar Apalagi yang lebih menyenangkan selain tertawa lepas bertatap muka daripada emotikon yang dikirim oleh penggunanya? Diletakannya benda kecil serbaguna itu Kembali menyeruput kopi yang kian mendingin  "Aku rasa kopi mu meminta untuk dihabiskan," ucapnya memulai "Tapi dia tak berbicara seperti itu kepadaku," jawab yang di hadapan dengan iringan tawa kecil Karena pada nyatanya, ponsel dapat membuat yang berhadapan menjadi terasing. Segera taruh ponsel mu, dan mulailah menyapa sekitar. – Tulisan ini dibuat 2018 lalu, yang kemudian dite...

monster

"kenapa belum tertidur?" "masih ingin belum tidur" "masih kepikiran monster-monster?" "tidak juga" "tadi minum minuman yang mengandung kafein?" "tidak, hanya kopi" "sama saja, itu mengandung kafein" "lekas tertidur" "tetapi, tidur ataupun tidak tidur, monster tetap hidup di kepala" "kepala semua orang?" "kepala ku" "orang-orang biasa saja" "orang-orang punya monster" "lebih banyak jumlahnya daripada punya mu?" "bisa jadi" "yang membuat monster itu semakin banyak, adalah pikiran mu yang terus menerus" "harus apa?" "lupakan" "kafein?" "monster mu, agar tak berkembang biak." –january, 22 12:53 AM

a way

in the middle of perplexity we've found what we lost our way towards a light it might be the sun shining bright to give us permission probably for something  that we've passed –may, 2