Skip to main content

Posts

Cerpen #3: Bukan Tempat Berpulang

   Bagian 7: Wisuda Dua minggu berlalu, setelah kejadian terakhir yang Melati tak pernah menduganya bisa menghabiskan waktu bersama Revan. Kini pemuda itu sudah jarang mengirimkan pesan kepada Melati, tidak seperti biasanya. Bukannya Melati berharap akan dikirimi pesan selalu, tapi belakangan ini Revan hanya mengirim sekali hingga dua kali dalam dua hari, selanjutnya tidak lagi. Biasanya saat Melati sedang sibuk sekalipun, akan terdapat sebuah pesan di hapenya walaupun baru ia baca tiga sampai enam jam kemudian. Melati mengerti, memang dua minggu ini Revan sedang disibukan untuk persiapan sidang skripsinya. Melati ingat itu, saat pemuda berambut gondrong itu mengatakan akan sidang skripsi dua minggu lagi. Mungkin itu yang menyababkan Revan jadi jarang menghubungi Melati, ia sedang sibuk dan ingin fokus pada sidang skripsinya. Hari ini kegiatan Melati di kampus hanya kuliah biasa, tidak ada rapat, tidak ada yang menegangkan juga tidak ada yang menyenangkan. Harinya terasa monot...

Serta-merta Nestapa Fafifu dan Babibu

serta-merta yang diterpa nestapa membela diri demi harap dan asa berusaha menjadi luar biasa di hadapan tuan yang baginya sempurna selayaknya ingin dibalas perihal rasa pemikiran kerdil dan harap yang serba ada dirajut oleh aksi yang hanya terpampang di layar maya angan yang timbul tak bisa disalahkan jua antara ia dan pemudanya – sebab akibat selalu tersedia ia seperti kehilangan diri sendiri si senang berbicara tiba-tiba bungkam akibat jatuh hati menjaga tutur kata demi keselarasan situasi berusaha menyenangkan demi menghindari pengharapan bertepi pemikiran yang luar biasa membuat ia jatuh hati tapi ... ia merasa kecil, pasti merasa bukan yang patut dibanggai penuh rasa tidak aman dan tak percaya diri kiranya rasa tidak aman dalam diri akan hilang dipupuk apresiasi  rasa tak terkendali akibat isi kepala dan hati dapat dipadamkan oleh afirmasi kiranya baya yang selisih tiga akan meninggalkan kesan berbeda toleransi, dikasihi, dipahami, di-di-di lainnya hingga timbul rasa aman dan ...

antara maya dan nyata, perspektif kerdil, ketakutan di kepala dan lain-lainnya

“anak kecil!” ucapmu kepadaku. harapku, semoga. sebab menjadi dewasa tak semanarik yang kudambakan saat kecil dahulu. pemikiran kerdil mengenai hal-hal yang akan mudah kulakukan saat dewasa, tak juga tunjukan nyata. hal-hal yang kuharapkan akan selalu mulus saat dewasa, nyatanya bak oase di tengah gurun yang menyisakan fatamorgana. rencana-rencana indah yang telah disusun mengenai bahagia dewasa, harus terbayarkan dengan mimpi buruk di realita. kembali menjadi anak kecil merupakan dambaan tiap-tiap orang dewasa yang hidupnya mulai dilanda banyak hal yang tak menyenangkan. beban hati, beban pikiran yang ditumpu kuat-kuat demi menjadi orang dewasa. harus berpura baik-baik saja saat sebenarnya ingin menangis dan berteriak. dipaksa tegar namun sebenernya sangat patah. aku, si rapuh aku, si penakut aku, si pemikir berlebihan aku, si cengeng aku, si sensitif aku, si memalukan baru saja menilai sesuatu yang menampilkan perspektif baru yang telah membuatku bungkam. kiranya pradugaku perihal a,...

sebuah arsip di 14 januari 2021

memang gelap sudah pukul 00:43 semakin malam semakin ingat semakin diikhlaskan semakin tak rela meminta tempat kembali pastinya tuan sudah tak menyediakan lagi serba salah menjadi si perasa si memikirkan perasaan orang lain andai saja aku si masa bodo akan kubersamamu daripada dia yang lebih dahulu sudah begini aku tak tahu menyesal lagi aku dikalahkan oleh ketidakenakanku sudikah tuan berbalik arah? oh, jelas tidak aku tahu itu aku takut kau apalagi aku takut menjadi lukamu tapi aku inginkanmu.

Cerpen: Playlist

                 Cause someday, I'll be everything to somebody else And they'll think that I am so exciting Then you'll be the one who's crying           Sudah seminggu terakhir alunan lagu milik Olivia Rodrigo memenuhi kamar Lily. Kali ini berjudul Enough for You yang sedang melantun. Semenjak hubungannya kandas dengan sang kekasih, gadis berwajah imut dengan lesung pipit di wajah, rambutnya sebahu dan mempunyai mata yang indah bak mengenakan lensa mata, akhir-akhir ini kegiatan mendengarkan musiknya sudah menjadi suatu kewajiban. Pagi, siang, sore dan malam, earphone putih yang warnanya telah memudar tak lepas dari telinganya. Lily, begitu gadis itu disapa, seringkali mendapatkan khotbah singkat, sekedar ledekan semata, atau bahkan wejangan puitis dari kakak laki-lakinya, Leon.             “Bang Haji Rhoma Irama pernah mengat...

Ironi dalam Penyajian Tontonan Berkualitas di Televisi Sekarang Ini

            Perkembangan zaman yang canggih dapat membuat adat budaya serta etika mulai mengalami pergeseran. Gaya hidup pun mulai mengalami perubahan dan seluruh sendi-sendi kehidupan mulai mengikuti. Salah satunya tontonan di televisi. Televisi merupakan salah satu media yang tak lepas dari kehidupan kita. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, televisi merupakan sistem penyiaran gambar yang disertai dengan bunyi (suara) melalui kabel atau melalui angkasa dengan menggunakan alat yang mengubah cahaya (gambar) dan bunyi (suara) menjadi gelombang listrik dan mengubahnya kembali menjadi berkas cahaya yang dapat dilihat dan bunyi yang dapat didengar. Menurut fungsinya televisi dapat memberikan informasi, mendidik, menghibur dan membujuk. Seiring berkembangnya zaman tayangan di televisi semakin terus berubah. Namun, tayangan televisi dini hari lebih banyak yang hanya memperhatikan kuantitas daripada kualitas. Eksistensi televisi kini tergantikan dengan adan...

Resensi Film My Wife Is a Gangster 3

My Wife Is a Gangster 3: Aksi Heroik Seorang Wanita             Judul                           : My Wife Is a Gangster 3 Sutradara                     : Jo Jin Gyu Penulis naskah            : Jeong Ui-Mok, Kye Yun-Sik Produser                      : Kang Jae-Seok, Lee Sun-Yeol, Kwak Dong-Hyeon Pemeran                      : Shu Qi, Lee Bum Soo Durasi              ...