Skip to main content

dunia permen

boleh aku memutar waktu?
ke masa itu
waktu aku masih tak tahu apa-apa
duniaku masih sebatas bersenang-senang
tanpa ada banyak hal di kepala
di masa itu semua baik-baik saja
aku tertawa lepas
tanpa memikirkan apa-apa
aku tak takut soal rasa hampa
aku tak tahu apa yang terjadi di depan
yang ku tahu ini luar biasa indah
tanpa terjadi hal yang membuat gelisah
sedikit masalah mengenai perasaan cinta monyet belaka
tak banyak
hanya itu
masalah konyol tapi rasanya ingin kembali
ke masa itu
dunia permenku
sangat manis
sehingga ingin rasanya
kurasakan kembali
polosnya gadis kecil yang baru saja mengenal dunia
lewat warna-warni rasa kehidupan yang belum dewasa
pikirannya hanya ada kesenangan
jauh dari rasa keterbalikan
untuk semua yang manis diingatannya
ia ingin kembali
mengulang masa-masa itu lagi


 — gadis yang baru saja menginjak usia baru, ada banyak hal di kepalanya.



Comments

Popular posts from this blog

Nyawa Terakhir di Dunia Tanpa Peta

Aku melangkah ke dunia yang sunyi, tanpa kompas, tanpa pelita di sisi. Berbekal hati yang penuh cinta kuisi, dan kepala penuh teka-teki yang menari. Tak satu pun suara memberi petunjuk, hanya diam yang menggema dan merasuk. Ini bukan sekadar permainan biasa, ini labirin tanpa batas dan tanpa jeda, Setiap keputusan bisa jadi bencana, atau harapan yang tiba-tiba menyala. Aku belajar bagai buta yang meraba cahaya, menyusun serpihan tanda tanpa suara. Kutulis semua di lembar jiwa, karena tak ada siapa pun yang bisa ditanya. Tapi, sebetulnya bisa kuubah jalan, meretas kode menuju jawaban. Namun kupilih tetap bertahan, demi sebuah pemahaman. Dahulu aku punya tiga nyawa tersisa, kugenggam erat bagai warisan semesta. Karena kupikir masih ada yang bisa dijaga, masih bisa pulih meski luka di mana-mana. Kini tinggal satu denyut di dada, berbunyi seperti genderang perang tanpa jeda. Level ini tinggi—udara pun tak bersahaja, tiap langkahku gemetar, tiap napasku bertanya. Tubuhku luka, langkahku pel...

sometimes it's across my head

i'm afraid of time flying so fast  i'm afraid of what will happen in the future i'm afraid of the world not as good as i thought i'm afraid of life ahead more dims i'm afraid of anything that hasn't happened yet i just missed my childhood no pain no burden no anxious no more frightening the only happiness that exists have you ever hate being an adult? heve you ever cried because you are going to mature? heve you ever sad because you're you? while you want to come back to being a kid again? wondering how being an adult is sucked life is getting worse when you realized you're not you formerly i supposed that grow up is whole things full of happiness and new things became full of joy but you changed you are growing up you being you now there are new challenges there are lots of nano-nano you can't be supposed to i don't know i'm afraid -i

Caramel

  Rey lupa kalau dasinya terbawa oleh Pandu. Sialnya Pandu udah ngebut sama motornya. Ah! Bagaimana ini, jika dasinya tidak ada Rey akan kena hukuman saat upacara hari senin.   Rey berlari mengejar Pandu, semoga belum jauh. Karena jam pulang sekolah yang sudah tiba, banyak siswa-siswi yang berlalu lalang ingin pulang. Membuat Rey susah untuk berlari cepat.  Tiba-tiba....  "BUG!"  Seseorang terjatuh tertabrak Rey. Ternyata siswi yang memakai hijab yang terbentur oleh Rey.  "Eh sorry, sorry. Gue gasengaja." Cewek itu tidak apa-apa, tapi ia seperti mencari sesuatu. "Tapi, novel punya gue..."  Rey segera mencari novel disekitarnya. Tertemu! Rey mengambilnya, membaca sekilas judulnya. "Moccacino." batin Rey. Dan ia segera memberikannya, lalu meminta maaf.  __ Hujan langsung turun deras tiba-tiba. Membuat Rey mampir ke kedai yang berada didekat sekolahnya. Itung-itung neduh sambil meminum kopi.    Ia duduk dikursi dek...