Skip to main content

sometimes it's across my head

i'm afraid of time flying so fast 
i'm afraid of what will happen in the future
i'm afraid of the world not as good as i thought
i'm afraid of life ahead more dims
i'm afraid of anything that hasn't happened yet
i just missed my childhood
no pain
no burden
no anxious
no more frightening
the only happiness that exists
have you ever hate being an adult?
heve you ever cried because you are going to mature?
heve you ever sad because you're you?
while you want to come back to being a kid again?
wondering how being an adult is sucked
life is getting worse
when you realized you're not you formerly
i supposed that grow up is whole things full of happiness
and new things became full of joy
but
you changed
you are growing up
you being you now
there are new challenges
there are lots of nano-nano
you can't be supposed to
i don't know
i'm afraid



-i

Comments

Popular posts from this blog

Nyawa Terakhir di Dunia Tanpa Peta

Aku melangkah ke dunia yang sunyi, tanpa kompas, tanpa pelita di sisi. Berbekal hati yang penuh cinta kuisi, dan kepala penuh teka-teki yang menari. Tak satu pun suara memberi petunjuk, hanya diam yang menggema dan merasuk. Ini bukan sekadar permainan biasa, ini labirin tanpa batas dan tanpa jeda, Setiap keputusan bisa jadi bencana, atau harapan yang tiba-tiba menyala. Aku belajar bagai buta yang meraba cahaya, menyusun serpihan tanda tanpa suara. Kutulis semua di lembar jiwa, karena tak ada siapa pun yang bisa ditanya. Tapi, sebetulnya bisa kuubah jalan, meretas kode menuju jawaban. Namun kupilih tetap bertahan, demi sebuah pemahaman. Dahulu aku punya tiga nyawa tersisa, kugenggam erat bagai warisan semesta. Karena kupikir masih ada yang bisa dijaga, masih bisa pulih meski luka di mana-mana. Kini tinggal satu denyut di dada, berbunyi seperti genderang perang tanpa jeda. Level ini tinggi—udara pun tak bersahaja, tiap langkahku gemetar, tiap napasku bertanya. Tubuhku luka, langkahku pel...

Caramel

  Rey lupa kalau dasinya terbawa oleh Pandu. Sialnya Pandu udah ngebut sama motornya. Ah! Bagaimana ini, jika dasinya tidak ada Rey akan kena hukuman saat upacara hari senin.   Rey berlari mengejar Pandu, semoga belum jauh. Karena jam pulang sekolah yang sudah tiba, banyak siswa-siswi yang berlalu lalang ingin pulang. Membuat Rey susah untuk berlari cepat.  Tiba-tiba....  "BUG!"  Seseorang terjatuh tertabrak Rey. Ternyata siswi yang memakai hijab yang terbentur oleh Rey.  "Eh sorry, sorry. Gue gasengaja." Cewek itu tidak apa-apa, tapi ia seperti mencari sesuatu. "Tapi, novel punya gue..."  Rey segera mencari novel disekitarnya. Tertemu! Rey mengambilnya, membaca sekilas judulnya. "Moccacino." batin Rey. Dan ia segera memberikannya, lalu meminta maaf.  __ Hujan langsung turun deras tiba-tiba. Membuat Rey mampir ke kedai yang berada didekat sekolahnya. Itung-itung neduh sambil meminum kopi.    Ia duduk dikursi dek...